Kamis, 27 Mei 2021

SD Negeri Prawirotaman Tetap Semangat Melaksanakan KBM, Siap Tatap Muka Kembali

Di tengah merebaknya wabah virus Corona, SD Negeri Prawirotaman, Kota Yogyakarta tetap semangat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa secara online sesuai surat edaran pemerintah tentang work from home (bekerja dari rumah), stay at home (tinggal di rumah) dan school at home (sekolah di rumah) untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19.

Dalam kesehariannya, Kepala SD Negeri Prawirotaman Dra Noor Mulatasih bersama para guru tak henti-henti mengingatkan murid-murid, guru dan karyawan untuk melakukan gerakan preventif guna mencegah wabah Covid-19.

“Hindari keramaian atau bepergian di tempat umum, kurangi kontak fisik dengan orang yang baru dikenal, cuci tangan dan sterilisasi. Siswa maupun guru yang sakit tidak usah masuk. Komunikasi dengan puskesmas atau rumah sakit tentang perkembangan kondisi guru dan siswa dan sekolah menyediakan antiseptik dan penyemprotan. Jaga kesehatan dengan berolahraga, makan teratur dan makan makanan yang bergizi seperti buah sayur,” kata Kepala SD Negeri Prawirotaman kepada warga sekolah seraya mengingatkan agar waspada dan selalu update berita-berita tekini.

Gedung SD Negeri Prawirotaman di Jalan Prawirotaman Nomor 21 Kota Yogyakarta yang berada di wilayah selatan Kota Yogyakarta dengan gedung baru yang megah di tengan-tengah hotel-hotel dan guest house. Gedung baru SDN Prawirotaman diresmikan oleh Drs Rohmat, Pebruari 2020. Foto : Istimewa

Pada Pebruari 2020, gedung baru SDN Prawirotaman yang terletak di Jalan Prawirotaman Nomor 21 Kota Yogyakarta ini diresmikan oleh Drs Rohmat. Sekolah ini berada di wilayah selatan dengan gedung baru yang megah di tengan-tengah hotel-hotel dan guest house.

Peresmian gedung baru antara lain diisi dengan pengajian Binais yang dihadiri jajaran Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bersama guru-guru se-Kota Yogyakarta selatan dan ditangai dengan pemotongan nasi tumpeng.

“SDN Prawirotaman selalu berkomitmen dengan progam akademik untuk meningkatkan prestasi siswa dan mempunyai unggulan Literasi dan Klinik Sains. Program unggulan ini sangat didukung oleh wali murid dan stakeholder terkait.

https://bernasnews.com/sd-negeri-prawirotaman-tetap-semangat-melaksanakan-kbm/

Senin, 05 November 2018

SD N PRAWIROTAMAN menyelenggarakan WORKSHOP SPPI Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi

SD N Prawirotaman menyelenggarakan workshop SPPI Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi. Hal ini memang sejalan dengan kebijakan dinas pendidikan dan pemerintah kota Yogyakarta yang ingin mengedapankan pendidikan untuk semua. Acara ini berlangsung selama 3 hari sejak Senin 5 november 2018. Workshop ini diisi oleh pemateri dari dinas, praktisi dan beberapa guru dengan diikuti orang tua murid serta para guru.

Selasa, 30 Oktober 2018

"3 KARAKTER KSATRIA MASA KINI" oleh : Muhammad Arief Nugraha

Potret buram generasi masa kini semakin terlihat jelas dan nyata, bukan hanya dilihat satu aspek, namun sekarang dari berbagai aspek sudah mulai menjadi, inilah yang disebut sebagai krisis multidimensional. Pendidikan yang diharapkan dapat mengarahkan generasi muda menjadi lebih baik ternyata kekuatannya tak mampu menandingi cepatnya arus negatif modernisasi dan globalisasi. Bagaimana kemudian dengan kelanjutan bangsa ini kemudian jika kita melihat generasi mudanya seperti ini, ada beberapa fakta yang perlu kita cermati berikut ini, 1. Berdasarkan laporan The World Economic Forum Swedia, Indonesia memiliki daya saing pada urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvey ( Dr. Anwar, M.Pd, 2004:5 ). 2. Hasil survey yang dilakukan oleh Political and Economic Risk Consultancy ( PERC ) pada tahun 2002 menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat 12, terbawah di kawasan Asean, yaitu setingkat di bawah Vietnam. Melihat data diatas kita sendiri sudah bisa membayangkan, betapa tertinggalnya negara kita ini. Langkah yang nyata dan ekstrim memang sudah perlu kita gerakkan, karena bila dibiarkan bukan tidak mungkin lama-kelamaan Indonesia akan hancur oleh generasi mudanya sendiri. Padahal Allah SWT pun telah mengingatkan kita pentingnya generasi muda yang Kuat, seperti berikut ini “ Dan hendaklah takut ( kepada Allah ) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak keturunan yang lemah”( QS. An-Nisa 9 ) Krisis inilah yang kemudian seharusnya direspon pemerintah dengan menitik beratkan pendidikan saat ini pada pendidikan karakter, diterapkannya pendidikan karakter bangsa yang bertujuan menciptakan siswa yang mempunyai karakter berbasis Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berbunyi : “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, disiplin dan menjadi warga negara yang demokrasi yang bertanggung jawab.” Pendidikan karakter memang cukup luas dan kompleks, sehingga akan lebih efektif jika kita kemudian mengambil beberapa karakter utama untuk menjadi dasar kuat membangun generasi muda yang tangguh, atau bisa kita sebut membangun generasi kstaria. Pengambilan beberapa karakter ini bukan berarti kita menyisi hkan karakter yang lain, namun merupakan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan negera kita untuk mengikis krisis multidimensional ini. Karakter yang perlu dibangun guna menciptakan generasi kstaria di masa kini antara lain; Jujur, Kreatif dan Disiplin. Bukan tanpa alasan penulis memilih 3 karakter tersebut. Pertama Jujur, jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Jujur juga dapat diartikan bisa menjaga amanah. Jujur merupakan salah satu sifat manusia yang mulia, orang yang memiliki sifat jujur biasanya dapat mendapat kepercayaan dari orang lain. Orang yang mempunyai sifat jujur akan dikagumi dan dihormati banyak orang, Jujur adalah sikap yang tidak mudah untuk dilakukan jika hati tidak benar-benar bersih. Namun sayangnya sifat yang luhur ini belakangan sangat jarang kita temui, kejujuran sekarang ini menjadi barang langka. Kelangkaan kejujuran inilah yang menjerumuskan negara kita pada korupsi, menjerumuskan anak-anak kita pada kecurangan dalam belajar. Karakter jujur akan mengarahkan generasi ksatria kepada karakter mulia yang lain dan berani menentang kebohongan. Begitu juga Rasulullah Muhammad SAW menyatakan dengan sabdanya: "Wajib atas kalian untuk jujur, sebab jujur itu akan membawa kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke sorga, begitu pula seseorang senantiasa jujur dan memperhatikan kejujuran, sehingga akan termaktub di sisi Allah atas kejujurannya. Sebaliknya, janganlah berdusta, sebab dusta akan mengarah pada kejahatan, dan kejahatan akan membewa ke neraka, seseorang yang senantiasa berdusta, dan memperhatikan kedustaannya, sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta" (HR. Bukhari-Muslim dari Ibnu Mas'ud) Karakter kedua Kreatif, ini berarti berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang sudah dimiliki. Sesuatu yang baru sangat dekat kretaifitas, karakter ini juga memungkinkan generasi kstaria untuk bergerak mengikuti perubahan jaman dan mampu menghadapi persaingan. Karakter kreatif dapat melahirkan pribadi yang super, seperti yang disampaikan A Roe ( Kao, 1989 : 15-16 ), manusia kreatif memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut. • Keterbukaan pada pengalaman • Keingintahuan • Dapat menerima perbedaan • Independen dalam pertimbangan, pemikiran, dan tindakan • Membutuhkan dan menerima otonomi • Percaya diri • Mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan Ketiga adalah disiplin, Tekun Disiplin belajar merupakan suatu kondisi yang sangat penting dan menentukan keberhasilan seorang Siswa dalam proses belajarnya. Disiplin merupakan titik pusat dalam pendidikan, tanpa disiplin tidak akan ada kesepakatan antara Guru dan Siswa yang mengakibatkan prestasi yang dicapai kurang optimal terutama dalam belajar. Berikut adalah pendapat disiplin menurut para ahli. Disiplin adalah upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya (Rachman dalam bukunya Tu’u, 2004:32). Disiplin adalah satu aspek kehidupan yang mesti wujud dalam masyarakat. Oleh itu ia hendaklah mendapat perhatian berat dari semua pihak sama ada di sekolah atau di luar sekolah (Zainal, 2009:2). Disiplin belajar adalah hal yang sangatlah diperlukan bagi setiap siswa, dengan adanya disiplin belajar, tujuan pendidikan akan lebih mudah tercapai (Sanjaya, 2005:9). Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian disiplin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar adalah serangkaian perilaku seseorang yang menunjukan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, tata tertib norma kehidupan yang berlaku karena didorong adanya kesadaran dari dalam dirinya untuk melaksanakan tujuan belajar yang diinginkan. Pentingnya Disiplin Perilaku disiplin sangatlah diperlukan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun, begitu juga siswa yang harus disiplin dalam mentaati tata tertib sekolah, ketaatan dalam belajar, disiplin dalam mengerjakan tugas dan disiplin dalam belajar di rumah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berikut pendapat-pendapat para ahli mengenai pentingnya disiplin. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya siswa yang kerap kali melanggar ketentuan sekolah pada umumnya akan terganggu optimalisasi potensi dan prestasinya. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah dan kelas menjadi kurang kondisif bagi kegiatan pembelajaran. Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan, dan disiplin. Dengan demikian anak-anaknya dapat menjadi individu yang teratur, tertib dan disiplin. Disiplin merupakan jalan bagi Siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran akan pentingnya norma, aturan, kepatuhan, dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang (Tu’u, 2004:37). Hal senada pendapat lain bahwa pentingnya disiplin adalah sebagai berikut: Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang. Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Menjadi cara untuk menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukan siswa terhadap lingkungannya. Untuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lain. Menjauhkan siswa melakukan hal-hal yang dilarang sekolah. Mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar. Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif, dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Kebiasaan yang baik itu menyebabkan ketenangan jiwa dan lingkungannya (Rachman dalam Tu’u, 2004:35-36). Berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai pentingnya disiplin, dapat diambil kesimpulan bahwa disiplin sangatlah penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Berbagai manfaat disiplin belajar bagi siswa sangatlah terlihat, terutama disiplin yang tumbuh secara sadar akan membentuk sikap, perilaku, dan tata kehidupan yang teratur yang akan menjadikan siswa meraih kesuksesan dalam belajar.

Rabu, 17 Oktober 2018

Lala.. siswi kelas 4 SD N Prawirotaman giat dan berprestasi di bidang tari

UPAYA MENSUKSESKAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH MELALUI PENGELOLAAN SUDUT BACA KELAS

Peradaban suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya, sedangkan kecerdasan dan pengetahuan di hasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang di dapat, sedangkan ilmu pengetahuan di dapat dari informasi yang diperoleh dari lisan maupun tulisan. Semakin banyak penduduk suatu wilayah yang haus akan ilmu pengetahuan semakin tinggi peradabannya. Budaya suatu bangsa biasanya berjalan seiring dengan budaya literasi, faktor kebudayaan dan peradaban dipengaruhi oleh membaca yang dihasilkan dari temuan-temuan para kaum cerdik pandai yang terekam dalam tulisan yang menjadikan warisan literasi informasi yang sangat berguna bagi proses kehidupan sosial yang dinamis. Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, dan akhirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Literasi menjadi lebih komplek (luas) dan sangat berpengaruh pada perkembangan suatu bangsa, tingginya tingkat literasi berbanding lurus dengan kemajuan suatu negara. Yaitu negara-negara yang maju memiliki skor yang tinggi berdasarkan TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA (Program for International Student Assessment) Sedangkan di negara-negara ASEAN nilainya jauh tertinggal. Dari laporkan hasil studi yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain, diperoleh informasi bahwa kemampuan literasi Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei (Jakarta Post, 2016). Rendahnya minat baca di Indonesia itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Gerakan Literasi Sekolah di Indonesia kembali digiatkan setelah beberap bulan yang lalu sempat meredup. Banyak sekolah berlomba-lomba membuat terobosan-terobosan yang berupa kegiatan-kegiatan maupun pemenuhan fasilitas yang bermuara pada Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini saat ini sedang digiatkan kembali karena menjadi bagian materi sosialisasi Kurikulum 2013 (K13). Bahkan pada momen apapun, event apapun asal itu relevan dengan Gerakan Literasi Sekolah akan terus-menerus disosialisasikan ke sekolah-sekolah karena Gerakan Literasi Sekolah sudah di-Permendikbud-kan yaitu Permendikbud nomor: 23 Tahun 2013. Gerakan literasi Sekolah. Literasi itu sendiri memiliki makna yang sangat luas. Tidak terbatas pada kegiatan membaca, menulis atau berhitung, tetapi sudah menjadi lifeskill, termasuk juga kemampuan untuk memecahkan masalah. Rendahnya literasi membaca tersebut akan berpengaruh pada daya saing bangsa dalam persaingan global. Kemampuan literasi sangat penting untuk keberhasilan individu dan negara dalam tataran ekonomi berbasis pengetahuan di percaturan global pada masa depan (Miller, 2016). Hal ini memberikan penguatan Gerakan Literasi Sekolah melalui kurikulum wajib baca penting untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Salah satu alasan mengapa gerakan ini perlu digiatkan kembali sudah barang tentu karena Indonesia memiliki mimpi ingin menjadi negara yang besar dan maju. Tujuan kurikulum wajib baca adalah sebagai berikut: a) membentuk budi pekerti luhur; b) mengembangkan rasa cinta membaca; c) merangsang tumbuhnya kegiatan membaca di luar sekolah; d) menambah pengetahuan dan pengalaman; e) meningkatkan intelektual; f) meningkatkan kreativitas; g) meningkatkan kemampuan literasi tinggi. Adapun Sasaran kurikulum wajib baca adalah peserta didik di sekolah. Tahap-Tahap Gerakan Literasi Sekolah dalam Kurikulum Wajib Baca Kurikulum wajib baca juga mempertimbangkan tiga tahap literasi, yakni pembiasaan (belum ada tagihan), pengembangan (ada tagihan nonakademik), dan pembelajaran (ada tagihan akademik). Dalam ketiga tahap literasi tersebut, kurikulum wajib baca dapat terwujud dalam beberapa kegiatan. Berikut ini adalah contoh kegiatan yang dimaksudkan dengan langkah-langkahnya. Contoh Tahap Pembiasaan yaitu: wajib baca setiap hari minimal 15 menit pada waktuyang disepakati sekolah, mendekatkan bacaan dengan membuat sudut baca kelas, jam wajib kunjung perpustakaan, membacakan cerita dan lain-lain. Contoh Tahap pengembangan yaitu: mengembangkan sudut baca termasuk koleksi dan pemanfaatannya, membaca 1 jam sehari, membuat klup pecinta buku, memberikan penghargaan membaca dan lain-lain. Sedangkan tahap Pembelajaran contohnya: Membuat mading kelas, membuat resensi buku, pelatihan menulis, membaca cerita ke teman-teman, dan lain-lain. Pembuatan, Pemeliharaan, dan Pemanfaatan Sudut Baca Kelas Seiring dengan kurikulum wajib baca yang terus digiatkan dalam rangka mensukseskan Gerakan Literasi Sekolah, berbagai upaya dilakukan untuk melatih pembiasaan anak untuk membaca. Keberhasilan Gerakan terasi sekolah harus didukung oleh lingkungan fisik yang mendukung kegiatan literasi. Salah satunya pembuatan sudut baca pada setiap kelas. Sudut baca atau pojok baca merupakan pengelolaan koleksi buku dalam tempat tertentu /yang diletakkan di ruang kelas dengan tujuan untuk mendekatkan siswa didik dari bacaan. Koleksi yang ada di sudut baca bisa dari koleksi perpustakaan sekolah jika mencukupi atau bisa juga dari siswa didik. Pembuatan sudut baca sendiri tidak sekedar pengumpulan koleksi saja belum cukup untuk menarik siswa mengunjungi dan beraktivitas di dalamnya. Sebuah perpustakaan kecil harus didekorasi dengan cantik sehingga siswa betah berlama-lama di dalamnya. Dengan bahan-bahan dan peralatan yang mudah didapat. Berikut pojok baca sederhana yang dapat di buat di dalam kelas: Pemelihaan dan pengembangan sudut baca dapat dilakukan dengan secara berkala memutar koleksi ke kelas yang lain. Jika koleksi diperoleh dari siswa dan telah selesai dibaca, koleksi tersebut bisa diserahkan ke perpustakaan. Selanjutnya koleksi diganti dengan koleksi yang baru. Sedangkan dalam pemanfaatannya dibutuhkan kerjasama, komitmen kepala sekolah, dan dukungan guru dan juga orang tua. Pemanfaatan sudut baca kelas digunakan dalam jam wajib baca minimal 15 menit membaca setiap hari pada waktu yang telah disepakati. Pembiasaan tersebut untuk menumbuhkan budaya suka akan buku dan budaya gemar membaca. Setiap hari guru yang terlibat langsung dalam pemanfaatan sudut baca harus aktif menyediakan waktu khusus dan cukup banyak untuk pembelajaran dan pembiasaan literasi baik membaca dalam hati (sustained silent reading), membacakan buku dengan nyaring (reading aloud), membaca bersama (shared reading), membaca terpandu (guided reading), diskusi buku, bedah buku, presentasi (show-and-tell presentation). Pengelolaan sudut baca dapat berhasil apabila kepala sekolah terlibat aktif dalam pengembangan literasi, sedangkan orang tua berperan dalam melatih pembiasaan membaca di rumah dan mendukung pengembangan gerakan literasi di sekolah. Dari hasil penelitian terkait minat baca di Indonesia yang menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Hal tersebut perlu mendapat perhatian dari seluruh bangsa Indonesia baik pemerintah maupun seluruh rakyat Indonesia. Saat ini pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kebiasaan membaca pada anak dengan mengeluarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah terkait upaya tersebut tidak lepas peran serta orang tua khususnya dalam menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak sejak dini yang berawal dari lingkungan keluarga. Kebiasaan membaca tidak bisa dipaksakan, melainkan diawali dengan kebiasaan, diciptakan suasana yang nyaman, serta disediakan sarana dan prasarana yang mendukung anak untuk membaca. Salah satunya dengan membuat Pojok Baca Kelas pada masing-masing sekolah. Agar Pojok Baca kelas tersebut menarik dan akhirnya diminati oleh murid, diperlukan penataan dengan desain yang menarik walaupun dengan bahan yang mudah didapat dan murah. Sedangkan untuk variasi koleksi diperlukan kerjasana dari berbagai pihak termask orang tua murid. Daftar Pustaka Sumber: Manual Pendukung Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah, Kemdikbud. 2016 http://portalkurikulum.blogspot.co.id/2016 http://www.tanotofoundation.org/education/2015/09/menyulap-ruang-kecil-menjadi-pojok-baca-yang-menarik Oleh: Sri Anik Lestari, A.Md

Senin, 26 Februari 2018

Kelas 6 TA 2016/2017

Manajemen Sekolah

KONSEP SEKOLAH UNGGUL Oleh: Erna Kuneni Sekolah unggul ialah sekolah yang dikembangkan guna mencapai keunggulan dalam keluaran (output) pendidikannya. Keunggulan dalam keluaran yang dimaksud meliputi kualitas dasar (daya pikir) dan penguasaan ilmu pengetahuan, baik yang lunak (ekonomi, politik, sosiologi, dsb.) maupun yang keras (matematika, fisika, kimia, biologi, astronomi) termasuk penerapannya yaitu teknologi (konstruksi, manufaktur, komunikasi, dsb.). Secara umum, sekolah unggul memiliki keunggulan-keunggulan dalam input (siswa dan masukan instrumental), proses belajar mengajar, dan output (hasil belajar) yang ditunjukkan oleh kepemilikan kecerdasan majemuk (multiple intelligences). Sekolah unggul memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap prestasi belajar siswanya, profesionalisasi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi fokus perhatian. Proses belajar mengajar yang efektif menjadi fokus perhatian sekolah. Kepemimpinan dan manajemen sekolah sangat professional. Sekolah mempertanggungjawabkan hasil belajar kepada publik (akuntabilitas). Visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah dimiliki bersama oleh warga sekolah. Selain itu, sekolah unggul juga ditujukan untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan atau kompetensi untuk menghadapi era globalisasi, yaitu: (1) memiliki kemampuan dasar yang kuat dan luas, (2) mampu mengumpulkan, menganalisis, dan menggunakan data dan informasi (3) mampu meng-komunikasikan ide dan informasi. Sekolah harus dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Keunggulan akan dapat dicapai apabila seluruh sumber daya sekolah dimanfaatkan secara optimal. Baik tenaga pendidik, tenaga administrasi, pengembang kurikulum, kepala sekolah, dan penjaga sekolah pun harus dilibatkan secara aktif. Karena sumber daya tersebut akan menciptakan iklim sekolah yang mampu membentuk keunggulan sekolah. Kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi siswa seoptimal mungkin, serta seimbang. Kedua komitmen tinggi untuk unggul yang dipegang oleh staf administrasi, guru, dan kepala sekolah untuk menjadikan sekolahnya sebagai sekolah unggul dalam segala aspek, sehingga semua siswa dapat menguasai materi pokok dalam kurikulum. Semuanya memiliki potensi untuk berkontribusi dalam proses pendidikan. Komitmen ini adalah energi untuk mengubah budaya konvensional (biasa-biasa saja) menjadi budaya unggul. Membangun komitmen bersama adalah langkah awal dan penting untuk memulai proses menuju sekolah unggul. Ketiga, guru sebagai pendidik harus memiliki kompetensi setidaknya sbb: (1) terampil menggunakan model mengajar berdasarkan penelitian (2) bekerja secara tim dalam merencanakan pelajaran, menilai siswa, dan dalam memecahkan masalah,(3) sebagai mentor bagi koleganya, (4) mengupayakan pembelajaran yang efisien, dan (5) berkolaborasi dengan orang tua, keluarga, dan anggota masyarakat lain demi pembelajaran siswa. Keempat , kesempatan untuk belajar dan pengaturan waktu yang jelas. Semua guru mengetahui apa yang mesti diajarkan. Alokasi waktu yang memadai dan penjadwalan yang tepat sangat berpengaruh bagi kualitas pengajaran. Guru memanfaatkan waktu yang tersedia semaksimal mungkin demi penguasaan keterampilan. Dalam hal ini perlu dijaga keseimbangan antara tuntutan kurikulum dengan ketersediaan waktu. Kunci keberhasilan dalam hal ini adalah mengajar dengan niat akademik yang jelas dan siswa pun mengetahui niat itu.Mengajar yang berkualitas memiliki ciri sebagai berikut: (1) organisasi pembelajaran yang efisien, (2) tujuan yang jelas, (3) pelajaran yang terstruktur, dan(4) praktik mengajar yang adaptif dan fleksibel. Kelima lingkungan yang aman dan teratur, bersuasana tertib, bertujuan, serius, dan terbebas dari ancaman fisik atau psikis, tidak opresif tetapi kondusif untuk belajar dan mengajar. Siswa diajari agar berperilaku aman dan tertib melalui belajar bersama (cooperative learning ), menghargai kebinekaan manusiawi, serta apresiasi terhadap nilai-nilai demokratis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa suasana sekolah yang sehat berpengaruh positif terhadap produktivitas,semangat kerja, dan kepuasan guru dan siswa. Keenam, hubungan yang baik antara rumah dan sekolah. Para orang tua memahami misi dan visi sekolah. Mereka diberi kesempatan untuk berperan dalam program demi tercapainya visi dan misi tersebut. Dengan demikian, sekolah tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga orang tua sebagai anggota keluarga sekolah yang dihargai dan dilibatkan. Dengan melibatkan mereka pada kegiatan ekstra di akhir pekan (extra school ) misalnya, siswa sadar bahwa orang tuanya menghargai kegiatan pendidikan,sehingga mereka pun menghargai pendidikan yang dilakoninya. Upacara-upacara yang dihadiri orang tua sesungguhnya merupakan kesempatan untuk membangun citra sekolah dan untuk merayakan visi dan misi. Ketujuh, monitoring kemajuan siswa secara berkala Kemajuan siswa dimonitor terus- menerus dan hasil monitoring itu dipergunakan untuk memperbaiki perilaku dan performansi siswa dan untuk memperbaiki kurikulum secara keseluruhan. Penggunaan teknologi, khususnya komputer memudahkan dokumentasi hasil monitoring secara terus- menerus. Evaluasi penguasaan materi pelajaran secara perlahan bergeser dari tes baku menuju tes berdasar kurikulum dan berdasar kritera. http://manajemensekolah22.blogspot.co.id/

Rabu, 03 Februari 2016

Cara kepala sekolah SD Negeri Prawirotaman Yogyakarta dalam menggerakkan/ memimpin bawahan (staf, guru dan siswa).

http://eprints.uny.ac.id/24679/1/skripsi.pdf Cara kepala sekolah dalam menggerakkan / memimpin bawahan (s taf, guru, dan siswa) dapat dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya: pembinaan secara langsung terhadap bawahan, kebergantungan kepala sekolah pada kekuasaan formal (ketat - kaku), memberi contoh terlebih dahulu sebelum memerintah, memberi sanksi terhad ap bawahan yang bersalah, memberi penghargaan khusus terhadap bawahan yang berprestasi, dan partisipasi kepala sekolah terhadap kegiatan yang ada di sekolah. Dari hasil penelitian, pembinaan yang dilakukan kepala sekolah terhadap bawahan menggunakan dua ca ra, yaitu secara global dan individual. Pembinaan secara global adalah pembinaan yang dilakukan didalam rapat dan di tujukan untuk semua guru, siswa maupun staf. Sedangkan pembinaan yang dilakukan secara individual yaitu yang bersangkutan di panggil perora ngan. Pada saat pembinaan, kepala sekolah selalu memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi kepada guru, staf, maupun siswa yang disampaikan secara langsung. Dalam memimpin, kepala sekolah tidak pernah bergantung pada kekuasaan formal. Kepala sekolah selalu bersikap santai, tegas, fleksibel, disiplin tidak terlalu formal tetapi tetap bertanggung jawab serta dapat mengayomi guru, staf, maupun siswa. Sebelum memerintahkan sesuatu, kepala sekolah selalu memberikan contoh terlebih dahulu. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah bertugas untuk memberikan contoh - contoh yang baik agar dapat di tiru oleh bawahannya. Dapat disimpulkan bahwa dalam menggerakkan / memimpin bawahan (staf, guru, dan siswa), kepala sekolah selalu memberikan pembinaan secara langsung seperti membimbing, memotivasi dan memberikan arahan - arahan secara langsung kepada staf, guru, maupun siswa. Selain itu, kepala sekolah selalu berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang ada disekolah dan bersikap santai, tegas, fleksibel, disiplin tidak terlalu formal tetapi tetap bertanggung jawab serta dapat mengayomi serta selalu memberikan contoh terlebih dahulu sebelum memerint ah. Pemberian penghargaan khusus selalu dilakukan oleh kepala sekolah terhadap bawahan yang berprestasi. Kepala sekolah juga tidak pernah menggunakan kekerasan dalam memberikan sanksi terhadap bawahan. http://eprints.uny.ac.id/24679/1/skripsi.pdf @reef

Rabu, 01 Oktober 2014

Enaknya Guru SD ?

“Jadi guru SD enak ya? Murid libur guru ikut libur.” Itu asumsi yang sering saya dengar. Tahun ini, tangan pegal bukan hanya karena capek, namun ditambah sedang radang jadi penulisan rapor memang uuuppss sekali. Sebelum penulisan rapor, guru-guru lebih dulu mengisi legger. Legger itu kumpulan nilai dari setiap bidang studi. Sebelum mengisi legger, guru kelas juga harus mengejar-ngejar guru bidang studi meminta nilai. Guru bidang studi pelajaran yang di UKK-kan (ulangan kenaikan kelas) masih harus melakukan remidial bila siswa belum mencapai KKM dalam UKK. Ini semua makan waktu. Libur ? gak juga, murid libur guru setia di sekolah kok. :). salam semangat !

Minggu, 13 April 2014

TIPS Menghadapi US 2014.. "Ayo Kamu Bisa Lebih Baik"

Inilah beberapa tips cara sukses menghadapi ujian nasional : tips cara sukses menghadapi ujian 1. Belajar 2. Belajar cerdas 3. Hafalan 4.Tahajud 5. Kurangi porsi bermain 6. Ikut les 7. Matematika Momok menakutkan bagi kebanyakan siswa peserta ujian adalah mata pelajaran matematika. Kuasai rumus-rumus dan rajin berlatih mengerjakan soal adalah kuncinya. Karena, omong kosong belajar matematika tanpa dibarengi dengan latihan. Dengan seringnya berlatih mengerjakan soal, biasanya akan lebih mudah ingat kembali ketika waktu ujian muncul soal yang pernah dikerjakan pada waktu latihan. Tidak cuma matematika, mata pelajaran eksak yang lain juga sama saja, kuasai rumus dan diperbanyak porsi mengerjakan latihan soalnya. 8. Fokus 9. Belajar kelompok bersama teman-teman 10. Jaga kondisi kesehatan badan 11. Percaya diri 12. Tenang saja badai pasti berlalu 13. Lebih baik tidur pada saat malam menjelang ujian 14. Minta ijin dan pamit kepada orang tua sebelum berangkat ujian, bapak dan ibu minta doanya. 15. Tingkatkan ibadah dan doa kepada Tuhan YME Pernah mendengar istilah, "manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhanlah yang menentukan?" iya, kalian wajib memohon kepada Tuhan YME agar senantiasa diberikan kemudahan dan pertolonganNya agar ujian kalian dimudahkan dan diberikan hasil yang terbaik. semoga bermanfaat http://tau-gak-sih-loe.blogspot.com/2013/05/tips-cara-sukses-menghadapi-ujian.html

Senin, 16 September 2013

Guru SDN Prawirotaman Juara 1 Lomba Tingkat DIY

Berita menggembirakan datang ke sekolah kita tercinta SDN Prawirotaman, karena pada bulan Agustus 2013 kemarin salah satu pendidiknya menyabet prestasi yang cukup bergengsi di tingkat DIY. Prestasi dalam “Lomba Kreatifitas Guru Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran tahun 2013” ini berhasil di raih Muhammad Arief Nugraha, SIP guru kelas 6 SD N Prawirotaman, dan tidak tanggung-tanggung prestasi yang diraihnya adalah Juara 1. Lomba yang diadakan di LPMP DIY pada tanggal Agustus ini melalui seleksi yang bertahap, dari 80 peserta dari seluruh DIY yang mengikuti akan diseleksi menjadi 50 peserta, kemudian para peserta harus melewati tahap presentasi di depan dewan juri dari Dosen UNY, LPMP DIY dan Penerbit Buku pendidikan, 15 peserta yang terbaik akan maju pada tahap presentasi ke-2. pada tahap presentasi yang ke-2 inilah hasil karya Pak Arief mendapat nilai yang tertinggi sehingga berhasil meraih Juara 1. Alat peraga pembelajaran yang diberi nama “Patrik” ini sebenarnya berawal dari sebuah ide sederhana yang bertujuan untuk membantu siswa-siswa pak arief yang dulu masih mengajar di kelas 2 dalam hal mengetahui nilai dan tempat bilangan. Patrik adalah kependekan dari Pasang Tarik yang menggambarkan cara penggunaan alat ini. walaupun alat ini pada awalnya banyak diremehkan, tetapi berdasarkan efektifitas dalam membantu proses pembelajaran alat ini terhitung sangat efektif. “Ayo, coba terus jadi yang terbaik” itu yang kami dapatkan dari Pak Arief ketika memberi semangat kepada anak didiknya. Nah, ayo teman-teman guru SDN Prawirotaman jangan mau kalah, teruslah berprestasi, untuk semua siswa SDN Prawirotaman buktikan kalau kalian juga bisa. Semangat dan Maju terus SDN Prawirotaman.

Rabu, 29 Mei 2013

Penulisan Karya Ilmiah BTKP DIY

Buletin WARTA GURU, WEBSITE, dan Jurnal ADI KARSA. Dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tulisan harus berbasis pada isu (permasalahan) kependidikan 2. Tulisan belum pernah dipublikasikan di media lain 3. Tidak mengandung flagiarisme 4. Panjang tulisan untuk Web berkisar 500 kata 5. Panjang tulisan untuk WARTA GURU 650-700 kata 6. Panjang tulisan untuk Jurnal ADI KARSA antara 1.500-2.500 kata

Senin, 20 Mei 2013

Diklat Jurnalistik Picu Kreatifitas Guru

Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan ( BTKP ) DIY. Dua hari ini kegiatan di Aula BTKP DIY semarak dengan guru yang mengikuti diklat jurnalistik. kegiatan yang dilaksanakan mulai hari Senin, 20 Mei 2013 ini diikuti 30 orang guru yang berasal dari 5 kabupaten di DIY, para guru yang datang memang sudah terpilih, karena panitia mensyaratkan mengirimkan sebuah artikel dalam pendaftaran. Melalui cara ini diharapkan panitia bisa mendapatkan guru-guru yang mempunyai minat tinggi untuk menulis.’ Dalam pembukaannya Kepala BTKP DIY Singgih Raharja, SH,M.Ed menyampaikan bahwa “guru-guru yang mengikuti kegiatan mendapat kesempatan untuk menulis sebuah karya yang nantinya akan dimuat pada media yang diterbitkan BTKP seperti bulletin Warta Guru dan Jurnal Adi Karsa”. Hal tersebut jelas memotivasi peserta untuk menulis, karena selama ini ada beberapa dari peserta yang sudah sering menulis tetapi belum bisa diterbitkan di media massa. Menanggapi hal itu salah satu pemateri Dwi Suyono yang juga wartawan Bernas mengatakan “kami siap menampung hasil karya guru-guru jika memang mengirimkan naskahnya ke Bernas.(arf)

Selasa, 22 Januari 2013

Persami di SD N Prawirotaman

"Hore..kemah.." teriak anak-anak kelas 5 dan 6 SD N Prawirotaman. teriakan ini terdengar setelah anak-anak dibagikan surat pemberitahuan diadakannya Perkemahan Sabtu Minggu di sekolah tercinta ini. Senin kemarin anak-anak sudah mendaptkan regu masing-masing, merekapun semangat menyusun rencana kegiatan dan anggaran per regu. Persami di SD N Prawirotaman memang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 26-27 Januari 2013, harinya tentu saja ya Sabtu-Minggu. Oke lah anak-anak, semangat mu membuat kami semua turut membuat kami semua ikut semangat, semoga nanti lancar dalam pelaksanannya ya. dan tunggu berita seru berikutnya...Piss. wassalamualaikum wr wb

Rabu, 09 Januari 2013

Masuk Kembali di Semester Dua dan siap Untuk Keberhasilan Kurikulum 2013

Tanggal 7 Januari 2013 kemarin murid-murid SD N Prawirotaman kembali mengisi hari-harinya untuk belajar di sekolah. Ya... memang benar, ini karena pembelajaran semester kedua TA 2012/2013 sudah dimulai. Di hari Senin anak-anak sudah langsung mengikuti upacara bendera dan pengarahan dari Ibu Kepala Sekolah. Di hari Selasa ada kejutan dari anak-anak untuk Ibu Supraptiwi yang sudah memasuki masa pensiun pada tahun 2013 ini, semoga tetap sehat ya BU. pada tahun 2013 ini SD Prawirotaman juga harus bersipa dengan berbagai program baru yang harus dijalankan, baik program sekolah maupun program pemerintah. Untuk program sekolah antara lain : Pelaksanaan ekstrakurikuler TIK, Tambahan Jam untuk kelas 6 dan Persami. sedang untuk program pemerintah yaitu : Siap untuk PKG dan Pelaksanaan Kurikulum baru 2013, Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penentu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah daam pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan manajemen dan budaya sekolah. Jadi mari kita bekerja sama mencapai kesuksesan untuk semuanya... SEMANGAT !

Tunjangan Profesi Langsung ke Guru

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai tahun 2013 uang tunjangan profesi guru akan langsung disalurkan ke rekening guru, tidak lagi melalui pemerintah kota/kabupaten. Kebijakan ini dilakukan karena penyaluran dana lewat pemerintah kota/kabupaten sering kali dananya terlambat diterima guru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah sangat serius menyelesaikan persoalan tunjangan profesi guru yang sering kali uangnya terlambat diterima guru. �Setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh, pemerintah pengambil kebijakan akan menyalurkan langsung dana itu ke tangan guru,� kata Nuh saat evaluasi program pendidikan 2012 dan rencana tahun 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pekan lalu, di Jakarta. �Kami menyadari ini pekerjaan rumah yang sulit. Kami akan kawal dana itu agar benar-benar sampai di tangan guru,� ujar Nuh. Dari total anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 337 triliun di tahun 2013, pemerintah mengalokasikan Rp 43 triliun untuk tunjangan profesi guru. Besarnya tunjangan profesi guru satu kali gaji pokok guru. Banyak potongan Menanggapi hal ini, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo berharap, tahun 2013 pembayaran tunjangan profesi guru akan lebih baik. Dalam soal tunjangan profesi guru, kata Sulistiyo, masalah yang muncul antara lain banyaknya guru yang belum mendapat tunjangan profesi walau sudah lolos sertifikasi. Kalaupun menerima, dana itu sering terlambat hingga enam bulan. Selain terlambat, uang yang diterima guru tak utuh karena dipotong dinas pendidikan daerah dengan berbagai alasan. Kalaupun tidak dipotong, saat pencairan tunjangan profesi, guru diharuskan membeli berbagai perlengkapan pendidikan seperti laptop yang harganya lebih mahal dibandingkan harga pasar. Sulistiyo juga menyoroti sulitnya guru swasta serta guru honorer mendapat tunjangan profesi. Saat ini dari sekitar 2,9 juta guru di berbagai jenjang pendidikan, sekitar 1,7 juta berstatus guru pegawai negeri sipil (PNS) dan sekitar 1,2 juta guru non-PNS, baik guru swasta, guru bantu, guru honorer, maupun status lainnya. Dari rencana program pemerintah tahun depan, ujar Sulistiyo, tidak terlihat adanya rencana mengatasi kekurangan guru SD, tenaga administrasi, perpustakaan, dan laboratorium di sekolah. Persoalan tenaga kependidikan ini tidak pernah disentuh pemerintah pusat. �Meski menjadi urusan daerah, tetap harus ada solusinya ketika daerah tidak menjalankan kewajibannya,� kata Sulistiyo. Sumber berita www.edukasi.kompas.com

Jumat, 21 Desember 2012

HAsil Akreditasi SD N Prawirotaman "A" nilai 91

Alhamdulillah..hasil akreditasi SD N Prawirotaman Yogyakarta "A" dengan nilai 91. pencapaian yang ruar biasa... terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama mewujudkannya... ayo kita bisa..:) thanks to : Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Pak Edy Hery, Ibu Sumarwantini, Pak Sugeng yang baik hati, Ibu Noor Mulatasih, Komite SD, Guru2 dan karyawan SD N Prawirotaman, dan Siswa-siswi tercinta SD N Prawirotaman... kita pasti bisa mewujudkannya..ato berusaha lebih keras..doakan kami ya:)

Rabu, 05 Desember 2012

Ujian Akhir Semester 2012/2013 berjalan lancar...Bravooo

Sesuai jadwal bahwa UAS smtr 1 akan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2012 dan selesai pada kamis 6 Desember 2012. uas di SD N Prawirotaman telah berjalan dengan lancar, semua siswa bisa mengikuti dengan lancar, nah tinggal kita tunggu hasilnya nich...:) semoga tidak mengecewakan ya. selesai UAS akan diadakan kegiatan remedial bagi yang diperlukan. dan kegiatan class meeting pun juga ada, tapi...akan ada game apa ya ? tunggu aja pengumumannya. untuk jadwal selanjutnya penerimaan rapor dijadwalkan pada tanggal 22 Desember 2012, dan libur semester 1 dari tanggal 24 Desember 2012 s/d 6 Januari 2013...asyik kan, tapi jangan hilang semangat belajarnya ya. ok, sekian dulu report dari guru blogger SD PW cuss...wassalamualaiku

Rabu, 17 Oktober 2012

Akreditasi selesai dengan sukses

alhamdulillah pelaksanaan akreditasi sekolah SD N Prawirotaman telah berjalan dengan sukses, terima kasih untuk Ibu kepala Sekolah, guru dan karyawan SD N Prawirotaman dan siswa SD N Prawirotaman. Insya Allah hasilnya lebih baik.