Selasa, 30 Oktober 2018

"3 KARAKTER KSATRIA MASA KINI" oleh : Muhammad Arief Nugraha

Potret buram generasi masa kini semakin terlihat jelas dan nyata, bukan hanya dilihat satu aspek, namun sekarang dari berbagai aspek sudah mulai menjadi, inilah yang disebut sebagai krisis multidimensional. Pendidikan yang diharapkan dapat mengarahkan generasi muda menjadi lebih baik ternyata kekuatannya tak mampu menandingi cepatnya arus negatif modernisasi dan globalisasi. Bagaimana kemudian dengan kelanjutan bangsa ini kemudian jika kita melihat generasi mudanya seperti ini, ada beberapa fakta yang perlu kita cermati berikut ini, 1. Berdasarkan laporan The World Economic Forum Swedia, Indonesia memiliki daya saing pada urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvey ( Dr. Anwar, M.Pd, 2004:5 ). 2. Hasil survey yang dilakukan oleh Political and Economic Risk Consultancy ( PERC ) pada tahun 2002 menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia berada pada peringkat 12, terbawah di kawasan Asean, yaitu setingkat di bawah Vietnam. Melihat data diatas kita sendiri sudah bisa membayangkan, betapa tertinggalnya negara kita ini. Langkah yang nyata dan ekstrim memang sudah perlu kita gerakkan, karena bila dibiarkan bukan tidak mungkin lama-kelamaan Indonesia akan hancur oleh generasi mudanya sendiri. Padahal Allah SWT pun telah mengingatkan kita pentingnya generasi muda yang Kuat, seperti berikut ini “ Dan hendaklah takut ( kepada Allah ) orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak keturunan yang lemah”( QS. An-Nisa 9 ) Krisis inilah yang kemudian seharusnya direspon pemerintah dengan menitik beratkan pendidikan saat ini pada pendidikan karakter, diterapkannya pendidikan karakter bangsa yang bertujuan menciptakan siswa yang mempunyai karakter berbasis Pancasila dan UUD 1945. Hal ini sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berbunyi : “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, disiplin dan menjadi warga negara yang demokrasi yang bertanggung jawab.” Pendidikan karakter memang cukup luas dan kompleks, sehingga akan lebih efektif jika kita kemudian mengambil beberapa karakter utama untuk menjadi dasar kuat membangun generasi muda yang tangguh, atau bisa kita sebut membangun generasi kstaria. Pengambilan beberapa karakter ini bukan berarti kita menyisi hkan karakter yang lain, namun merupakan kebutuhan mendesak yang dibutuhkan negera kita untuk mengikis krisis multidimensional ini. Karakter yang perlu dibangun guna menciptakan generasi kstaria di masa kini antara lain; Jujur, Kreatif dan Disiplin. Bukan tanpa alasan penulis memilih 3 karakter tersebut. Pertama Jujur, jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Jujur juga dapat diartikan bisa menjaga amanah. Jujur merupakan salah satu sifat manusia yang mulia, orang yang memiliki sifat jujur biasanya dapat mendapat kepercayaan dari orang lain. Orang yang mempunyai sifat jujur akan dikagumi dan dihormati banyak orang, Jujur adalah sikap yang tidak mudah untuk dilakukan jika hati tidak benar-benar bersih. Namun sayangnya sifat yang luhur ini belakangan sangat jarang kita temui, kejujuran sekarang ini menjadi barang langka. Kelangkaan kejujuran inilah yang menjerumuskan negara kita pada korupsi, menjerumuskan anak-anak kita pada kecurangan dalam belajar. Karakter jujur akan mengarahkan generasi ksatria kepada karakter mulia yang lain dan berani menentang kebohongan. Begitu juga Rasulullah Muhammad SAW menyatakan dengan sabdanya: "Wajib atas kalian untuk jujur, sebab jujur itu akan membawa kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke sorga, begitu pula seseorang senantiasa jujur dan memperhatikan kejujuran, sehingga akan termaktub di sisi Allah atas kejujurannya. Sebaliknya, janganlah berdusta, sebab dusta akan mengarah pada kejahatan, dan kejahatan akan membewa ke neraka, seseorang yang senantiasa berdusta, dan memperhatikan kedustaannya, sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta" (HR. Bukhari-Muslim dari Ibnu Mas'ud) Karakter kedua Kreatif, ini berarti berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang sudah dimiliki. Sesuatu yang baru sangat dekat kretaifitas, karakter ini juga memungkinkan generasi kstaria untuk bergerak mengikuti perubahan jaman dan mampu menghadapi persaingan. Karakter kreatif dapat melahirkan pribadi yang super, seperti yang disampaikan A Roe ( Kao, 1989 : 15-16 ), manusia kreatif memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut. • Keterbukaan pada pengalaman • Keingintahuan • Dapat menerima perbedaan • Independen dalam pertimbangan, pemikiran, dan tindakan • Membutuhkan dan menerima otonomi • Percaya diri • Mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan Ketiga adalah disiplin, Tekun Disiplin belajar merupakan suatu kondisi yang sangat penting dan menentukan keberhasilan seorang Siswa dalam proses belajarnya. Disiplin merupakan titik pusat dalam pendidikan, tanpa disiplin tidak akan ada kesepakatan antara Guru dan Siswa yang mengakibatkan prestasi yang dicapai kurang optimal terutama dalam belajar. Berikut adalah pendapat disiplin menurut para ahli. Disiplin adalah upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya (Rachman dalam bukunya Tu’u, 2004:32). Disiplin adalah satu aspek kehidupan yang mesti wujud dalam masyarakat. Oleh itu ia hendaklah mendapat perhatian berat dari semua pihak sama ada di sekolah atau di luar sekolah (Zainal, 2009:2). Disiplin belajar adalah hal yang sangatlah diperlukan bagi setiap siswa, dengan adanya disiplin belajar, tujuan pendidikan akan lebih mudah tercapai (Sanjaya, 2005:9). Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian disiplin di atas, maka dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar adalah serangkaian perilaku seseorang yang menunjukan ketaatan dan kepatuhan terhadap peraturan, tata tertib norma kehidupan yang berlaku karena didorong adanya kesadaran dari dalam dirinya untuk melaksanakan tujuan belajar yang diinginkan. Pentingnya Disiplin Perilaku disiplin sangatlah diperlukan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun, begitu juga siswa yang harus disiplin dalam mentaati tata tertib sekolah, ketaatan dalam belajar, disiplin dalam mengerjakan tugas dan disiplin dalam belajar di rumah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Berikut pendapat-pendapat para ahli mengenai pentingnya disiplin. Dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya. Sebaliknya siswa yang kerap kali melanggar ketentuan sekolah pada umumnya akan terganggu optimalisasi potensi dan prestasinya. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah dan kelas menjadi kurang kondisif bagi kegiatan pembelajaran. Orang tua senantiasa berharap di sekolah anak-anak dibiasakan dengan norma-norma, nilai kehidupan, dan disiplin. Dengan demikian anak-anaknya dapat menjadi individu yang teratur, tertib dan disiplin. Disiplin merupakan jalan bagi Siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja. Kesadaran akan pentingnya norma, aturan, kepatuhan, dan ketaatan merupakan prasyarat kesuksesan seseorang (Tu’u, 2004:37). Hal senada pendapat lain bahwa pentingnya disiplin adalah sebagai berikut: Memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang. Membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. Menjadi cara untuk menyelesaikan tuntutan yang ingin ditunjukan siswa terhadap lingkungannya. Untuk mengatur keseimbangan keinginan individu satu dengan individu lain. Menjauhkan siswa melakukan hal-hal yang dilarang sekolah. Mendorong siswa melakukan hal-hal yang baik dan benar. Siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik, positif, dan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Kebiasaan yang baik itu menyebabkan ketenangan jiwa dan lingkungannya (Rachman dalam Tu’u, 2004:35-36). Berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai pentingnya disiplin, dapat diambil kesimpulan bahwa disiplin sangatlah penting dan dibutuhkan oleh setiap siswa. Berbagai manfaat disiplin belajar bagi siswa sangatlah terlihat, terutama disiplin yang tumbuh secara sadar akan membentuk sikap, perilaku, dan tata kehidupan yang teratur yang akan menjadikan siswa meraih kesuksesan dalam belajar.

2 komentar:

  1. Bagus,silahkan bpk dan ibu guru yg lain untuk memasukkan artikel2 yg ada,untuk membagi pengalaman dan memberi ilmu kepada para pembaca,.

    trimoasih pak Arief yg sudah mulai aktif menulis lagi,sukses selalu

    BalasHapus